Langsung ke konten utama

KARTU SEHAT & MENTAL TRANSAKSIONAL Jakarta




kita cukup memberi apresiasi kepada JOKOWI yang sudah merealisasikan JANJI KAMPANYE nnya melalui penerbitan kartu sehat untuk warga jakarta.

tentu dalam benak JOKOWI pada saat itu, jika warganya sehat, maka warganya bisa bekerja dengan produktif dan bisa menghasilkan uang untuk memenuhi kebutuhan konsumsinya.

persoalan muncul ketika dihadapkan kepada OPTIMALISASI PELAYANAN di puskesmas/ rumah sakit yang dirujuk.

sebelum dikeluarkannya kartu sehat, mungkin saja pihak puskesmas/ rumah sakit menerima pasien GRATISAN tidak sebanyak setelah dikeluarkannya KARTU SEHAT, sehingga dengan STYLE YANG BIASA-BIASA saja dokter dan paramedis bisa menghandle pasien GRATISAN yang datang.

namun setelah membludaknya jumlah pasien pasca dikeluarkannya KAARTU SEHAT, dokter dan para medis sudah mulai kewalahan untuk menghandle SILAHTURAHMI nya para pasien KARTU SEHAT.

tidak jauh dari JAKARTA, rumah sakit di klaten 100% menerima pasien ASURANSI termasuk dari ASKESKIN dan JAMKESMAS, namun rumah sakit tersebut dapat secara optimal melayani pasien yang datang dengan standar pelayanan yang sama untuk seluruh pasiennya.

di JAKARTA kita ragu Dokter dan paramedisnya memiliki STYLE seperti rumah sakit di KLATEN Jawa Tengah, di tengah "MENTAL JAKARTA" yang "TRANSAKSIONAL", ada duit gue ladenin, kaga ada duit NTAR DULU.

mudah2 an waktu jokowi lounching sudah kepikiran soal mental transaksional ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

NEXT PROCESS is our COSTUMER

 Konsumen selalu diidentikan dengan penikmat produk atau layanan perusahaan. Posisinya sangat penting bagi sumber pendapatan perusahaan sampai sampai banyak perusahaan memanjakannya agar tetap menjadi LOYAL CUSTOMER. Dalam bisnis, industri keuangan paling kasat mata memanjakan pelanggannya dalam bertransaksi. Sebut saja puluhan ribu kantor cabang dibangun, mesin atm dimana mana, atm drive thrue, sms banking, internet banking, layanan prioritas dan yg terbaru uang elektronik. Semua dilakukan oleh dunia perbankan hanya untuk 1 alasan: DENGAN KEMUDAHAN semua di giring menjadi LOYAL CUSTOMER. Perusahaan dengan reputasi baik menggunakan istilah customer tidak hanya untuk pengguna produk perusahaan saja, tapi diinternal perusahaan dimana satu sama lain unit saling berhubungan dan saling kebergantungan dalam menciptakan produk istilah customer digunakan. Next process is our customer adalah mantra yang saat ini banyak di dengungkan oleh banyak eksekutif perusahaan ke...

memecah ANTRIAN di PELAYANAN PUBLIK

Dalam layanan publik semisal Bank, Rumah Sakit, Kantor Pajak sampe Kantor Kelurahan mengantri untuk mendapatkan pelayanan tidak bisa dihindari pengunjung yang akan menikmati layanan yang diinginkan. Antrian menjadi persoalan sendiri bagi pihak penyelenggara layanan karena hal ini sering menjadi pemicu awal munculnya complain dari pelanggan. untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan banyak upaya yang dilakukan, setidaknya melalui 2 pendekatan: mengurai dan mempercepat antrian atau memberi kenyamanan kepada pasien dan keluarga selama mereka mengantri. untuk contoh mengurai dan mempercepat antrian dilakukan oleh moda transportasi trans jakarta dan KRL di Jakarta, dimana titik keberangkatan disebar di beberapa titik dan sekali angkut bisa ratusan orang naik bus trans jakarta dan KRL. untuk contoh memberi kenyamanan saat menunggu antrian dilakukan oleh Bank, dimana saat menunggu nasabah diberi kenyamanan tubuh saat duduk dengan memberi kursi empuk, kenyamanan mata mel...

MANAJEMEN WAJAN

tiap malam disekitar pemukiman pasti diwarnai dengan wira wiri pedaganggerobak dorong mulai dari somay, baso, dan tidak terkecuali tukang NASI GORENG. ada yang menarik kalau kita lihat dengan WAJAN yang dipake tukang nasi goreng. dari 1 wajan yang dipake segala jenis pesanan bisa dibikin, mulai dari nasi goreng, mie goreng, kwitiau, capcay dan mie kuah. kadang ya sering juga ada tragedi tidak ada bedanya pesan pedas, setengah pedas atau tidak pedas, karena hasilnyapun PASTI PEDAS, karena emang yg jualan tidak pernah mencuci terlebih dahulu WAJAN yang sudah digunakan untuk pesanan sebelumnya, sehingga cabe jadi masih nempel di wajan. kalau dikaitkan dengan kegiatan bisnis, posisi wajan dalam cerita diatas menjadi menarik, karena dengan 1 aset yang dimiliki SEGALA JENIS PESANAN dapat dibuat tanpa harus menambah aset baru. model wajan ini sudah banyak digunakan dalam dunia bisnis, semisal mesin ATM. mesin ini awalnya dianggap biaya bagi perusahaan namun seiring dengan berkemba...