Langsung ke konten utama

KEN AROK STYLE di PERUSAHAAN


tiap senin pagi jadwal rutin meluncur dari bandung ke jakarta untuk beraktivitas kembali. seperti biasa setiap senin punya kenalan baru di travel dengan beragam profesi dan bernasib sama PJKA (pulang jumat kembali ahad, hehe).

senin pagi tadi kebetulan ketemu karyawan senior di salah satu Perusahaan Plat Merah dengan Jabatan yang agak lumayan untuk prospek proyek, hehe. tukeran kartu nama, cerita ngaler ngidul dan yang agak menggelitik adalah statment tentang prilaku banyak pekerja di kantornya.

menurutnya: di kantor kami yang rutin ada dalam benak masing-masing orang adalah:

MAKAN DIMANA, MAKAN DENGAN SIAPA, SIAPA LAGI YANG KITA MAKAN............

makan dimana dan makan dengan siapa barangkali pesannya sudah sangat jelas, ini terkait dengan acara RAPAT yang sangat padat dari hari ke hari di kantornya, karena setiap rapat pasti ada makannya dan selalu jelas dengan siapanya.

cuma yang agak risau pernyataannya tentang SIAPA LAGI yang KITA MAKAN?, penasaran akhirnya saya tanya juga maksudnya apa? dan dengan lugas di jawabnya : Iya mas, KEN AROK STYLE kayanya dominan mewarnai internal kantor. bekerja dalam suasana saling curiga, saling jegal, saling fitnah kayanya sudah menjadi hal biasa.

saya jawab Kayanya perlu ada RUWATAN MASAL pak, buat kontaknya tanya aja dahlan iskan, kan dulu juga sebelum mobil ferari nya tubrukan di jawa di ruwat dulu sama ORANG PINTAR. ckck.

Banyak perusahaan plat merah menyediakan anggaran yang tidak sedikit untuk BELANJA SDM nya, namun SDM pilihan yang mereka rekrut banyak yang tidak bertahan lama dan memilih keluar kembali dan mencari perusahaan baru yang dapat menghargai KAPASITAS yang mereka miliki untuk kemajuan perusahaan tanpa di ganggu oleh aksi-aksi KEN AROK STYLE.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

NEXT PROCESS is our COSTUMER

 Konsumen selalu diidentikan dengan penikmat produk atau layanan perusahaan. Posisinya sangat penting bagi sumber pendapatan perusahaan sampai sampai banyak perusahaan memanjakannya agar tetap menjadi LOYAL CUSTOMER. Dalam bisnis, industri keuangan paling kasat mata memanjakan pelanggannya dalam bertransaksi. Sebut saja puluhan ribu kantor cabang dibangun, mesin atm dimana mana, atm drive thrue, sms banking, internet banking, layanan prioritas dan yg terbaru uang elektronik. Semua dilakukan oleh dunia perbankan hanya untuk 1 alasan: DENGAN KEMUDAHAN semua di giring menjadi LOYAL CUSTOMER. Perusahaan dengan reputasi baik menggunakan istilah customer tidak hanya untuk pengguna produk perusahaan saja, tapi diinternal perusahaan dimana satu sama lain unit saling berhubungan dan saling kebergantungan dalam menciptakan produk istilah customer digunakan. Next process is our customer adalah mantra yang saat ini banyak di dengungkan oleh banyak eksekutif perusahaan ke...

memecah ANTRIAN di PELAYANAN PUBLIK

Dalam layanan publik semisal Bank, Rumah Sakit, Kantor Pajak sampe Kantor Kelurahan mengantri untuk mendapatkan pelayanan tidak bisa dihindari pengunjung yang akan menikmati layanan yang diinginkan. Antrian menjadi persoalan sendiri bagi pihak penyelenggara layanan karena hal ini sering menjadi pemicu awal munculnya complain dari pelanggan. untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan banyak upaya yang dilakukan, setidaknya melalui 2 pendekatan: mengurai dan mempercepat antrian atau memberi kenyamanan kepada pasien dan keluarga selama mereka mengantri. untuk contoh mengurai dan mempercepat antrian dilakukan oleh moda transportasi trans jakarta dan KRL di Jakarta, dimana titik keberangkatan disebar di beberapa titik dan sekali angkut bisa ratusan orang naik bus trans jakarta dan KRL. untuk contoh memberi kenyamanan saat menunggu antrian dilakukan oleh Bank, dimana saat menunggu nasabah diberi kenyamanan tubuh saat duduk dengan memberi kursi empuk, kenyamanan mata mel...

MANAJEMEN WAJAN

tiap malam disekitar pemukiman pasti diwarnai dengan wira wiri pedaganggerobak dorong mulai dari somay, baso, dan tidak terkecuali tukang NASI GORENG. ada yang menarik kalau kita lihat dengan WAJAN yang dipake tukang nasi goreng. dari 1 wajan yang dipake segala jenis pesanan bisa dibikin, mulai dari nasi goreng, mie goreng, kwitiau, capcay dan mie kuah. kadang ya sering juga ada tragedi tidak ada bedanya pesan pedas, setengah pedas atau tidak pedas, karena hasilnyapun PASTI PEDAS, karena emang yg jualan tidak pernah mencuci terlebih dahulu WAJAN yang sudah digunakan untuk pesanan sebelumnya, sehingga cabe jadi masih nempel di wajan. kalau dikaitkan dengan kegiatan bisnis, posisi wajan dalam cerita diatas menjadi menarik, karena dengan 1 aset yang dimiliki SEGALA JENIS PESANAN dapat dibuat tanpa harus menambah aset baru. model wajan ini sudah banyak digunakan dalam dunia bisnis, semisal mesin ATM. mesin ini awalnya dianggap biaya bagi perusahaan namun seiring dengan berkemba...