Langsung ke konten utama

PRODUK ORIGINAL vs KW (1,2,3,4........)

Produk ORIGINAL vs KW...........

Mempunyai barang yang ORIGINAL buat yang berduit pasti menjadi tujuan utama. namun jangan salah LOW class juga ingin memiliki sesuatu yang dimiliki oleh kalangan berduit.

adanya KERESAHAN ini menimbulkan munculnya istilah KW dalam produk yang setara dengan produk original dan beredar luas di free market dari mulai mall sampe kaki lima.

Produk KW bagi pemburu produk original dari low class akhirnya menjadi pilihan, target akhirnya kalau dari KEJAUHAN minimal yang lihat kecele kalau yang dipake ASLI, pas sudah dilihat lebih detail baru nampak itu produk ORIGINAL atau KW.

yang lebih serunya KW pun mempunyai produk turunan, dipasar banyak beredar istilah barang KW-1, KW 2, KW 3, dst.

apa yang membedakan antara produk asli dan KW1, KW2, KW 3, dstnya.

produk ASLI tentu dikeluarkan oleh pemilik produknya sendiri, karena dalam penentuan harganya dimasukan unsur hak cipta, hak design, jaminan mutu, dll hal ini menyebabkan harga menjadi mahal.

tapi jangan salah, produk2 yang branded tidak dibuat oleh perusahaannya sendiri. Perusahaan NIKE memproduksi barangnya dengan menggandeng rekanan perusahaan industri yang di tunjuk.

perusahaan yang ditunjuk inilah awal muasal mengapa produk KW muncul dipasaran, pelaku bisnis sering menyebutnya sebagai produk KW1, dimana produk KW1 dibuat oleh pabrik yang ditunjuk oleh perusahaan pemilik produk braded dengan memproduksi barang yang sama dan menyebarkannya ke free market, namun biasanya peredarannya melalui balck market dan limited product, hal ini supaya tidak tercium oleh pemilik lisensi, karena jika ketahuan bisa diputus kontraknya.

kalau KW-2, produk yang sama dengan KW-1 namun diproduksi oleh pabrik yang tidak ditunjuk oleh pemilik lisensi, namun mereka memperoleh design produknya dari oknum perusahaan yang memproduksi KW-1.

kalau KW-3, produk yang terkesan sama dengan KW2 namun basis designnya bukan dari pemberian perusahaan diatas, namun diambil dari contoh produk jadi yang sudah beredar di free market.

soal NEKADEKSIS di free market, KW-3 peredarannya lebih terbuka dan lebih berani dibandingkan KW-1 da KW -2 dan kita sering melihatnya di KAWASAN KAKI LIMA dan secara harga jauh dibawah produk ASLI, KW-1 maupun KW 2.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

NEXT PROCESS is our COSTUMER

 Konsumen selalu diidentikan dengan penikmat produk atau layanan perusahaan. Posisinya sangat penting bagi sumber pendapatan perusahaan sampai sampai banyak perusahaan memanjakannya agar tetap menjadi LOYAL CUSTOMER. Dalam bisnis, industri keuangan paling kasat mata memanjakan pelanggannya dalam bertransaksi. Sebut saja puluhan ribu kantor cabang dibangun, mesin atm dimana mana, atm drive thrue, sms banking, internet banking, layanan prioritas dan yg terbaru uang elektronik. Semua dilakukan oleh dunia perbankan hanya untuk 1 alasan: DENGAN KEMUDAHAN semua di giring menjadi LOYAL CUSTOMER. Perusahaan dengan reputasi baik menggunakan istilah customer tidak hanya untuk pengguna produk perusahaan saja, tapi diinternal perusahaan dimana satu sama lain unit saling berhubungan dan saling kebergantungan dalam menciptakan produk istilah customer digunakan. Next process is our customer adalah mantra yang saat ini banyak di dengungkan oleh banyak eksekutif perusahaan ke...

memecah ANTRIAN di PELAYANAN PUBLIK

Dalam layanan publik semisal Bank, Rumah Sakit, Kantor Pajak sampe Kantor Kelurahan mengantri untuk mendapatkan pelayanan tidak bisa dihindari pengunjung yang akan menikmati layanan yang diinginkan. Antrian menjadi persoalan sendiri bagi pihak penyelenggara layanan karena hal ini sering menjadi pemicu awal munculnya complain dari pelanggan. untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan banyak upaya yang dilakukan, setidaknya melalui 2 pendekatan: mengurai dan mempercepat antrian atau memberi kenyamanan kepada pasien dan keluarga selama mereka mengantri. untuk contoh mengurai dan mempercepat antrian dilakukan oleh moda transportasi trans jakarta dan KRL di Jakarta, dimana titik keberangkatan disebar di beberapa titik dan sekali angkut bisa ratusan orang naik bus trans jakarta dan KRL. untuk contoh memberi kenyamanan saat menunggu antrian dilakukan oleh Bank, dimana saat menunggu nasabah diberi kenyamanan tubuh saat duduk dengan memberi kursi empuk, kenyamanan mata mel...

MANAJEMEN WAJAN

tiap malam disekitar pemukiman pasti diwarnai dengan wira wiri pedaganggerobak dorong mulai dari somay, baso, dan tidak terkecuali tukang NASI GORENG. ada yang menarik kalau kita lihat dengan WAJAN yang dipake tukang nasi goreng. dari 1 wajan yang dipake segala jenis pesanan bisa dibikin, mulai dari nasi goreng, mie goreng, kwitiau, capcay dan mie kuah. kadang ya sering juga ada tragedi tidak ada bedanya pesan pedas, setengah pedas atau tidak pedas, karena hasilnyapun PASTI PEDAS, karena emang yg jualan tidak pernah mencuci terlebih dahulu WAJAN yang sudah digunakan untuk pesanan sebelumnya, sehingga cabe jadi masih nempel di wajan. kalau dikaitkan dengan kegiatan bisnis, posisi wajan dalam cerita diatas menjadi menarik, karena dengan 1 aset yang dimiliki SEGALA JENIS PESANAN dapat dibuat tanpa harus menambah aset baru. model wajan ini sudah banyak digunakan dalam dunia bisnis, semisal mesin ATM. mesin ini awalnya dianggap biaya bagi perusahaan namun seiring dengan berkemba...